7 Cara Merangsang Wanita Sebelum Berhubungan Seks

0

Tips Cara Merangsang Wanita Agar Mau Bercinta atau Berhubungan Intim, memang proses untuk berhubungan intim dengan pasangan anda ada teknik-teknik sendiri agar pasangan anda mau atau bergairah ingin berhubungan intim dengan anda.

Dan kali ini serbanews akan mencoba memberikan Tips Cara Merangsang Wanita Agar Mau Bercinta setelah kemarin serbanews memberikan tips-tips yang lainya seperti Tanda-Tanda Ketika Seorang Wanita Bergairah Seks

Dan berikut inilah 7 cara mersang wanita hingga mau berhubungan intim dengan anda atau agar wanita mau bercinta :

  1. Tulang Selangka – Tulang selangka adalah titik yang terakhir. Jika pasangan Anda sudah ‘panas’, silakan ‘goncang’ malam Anda!
  2. Daerah Belakang Lutut – Bagian belakang lutut ternyata merupakan salah satu titik erotis bagi perempuan. karena letaknya yang tidak mencolok, Anda bisa ‘menggoda’ pasangan di titik ini saat berada di tempat ramai. Wow!
  3. Telapak Tangan – Sentuhan halus di telapak tangan perempuan akan membuatnya nyaman dan merasa dimiliki. Ia pun siap menjadi milik Anda.
  4. Cara Merangsang Wanita Pada Bagian Dalam Paha – Bagian dalam paha merupakan titik-titik erotis berikutnya. Sentuh bagian tersebut dengan halus, dan perhatikan reaksi pasangan Anda.l
  5. Daun Telinga – Tak diragukan lagi, sentuhan dan ciuman di daun telinga akan membuat pasangan Anda turn on. Jadi jangan lupa menyentuh bagian tersebut saat foreplay.
  6. Leher – Leher termasuk titik sensitif bagi perempuan. Sentuh lehernya dan ciumi dengan halus. Jangan kaget jika kemudian si dia menarik Anda ke tempat tidur!
  7. Punggung – Sentuhan di kaki juga dapat membuat seorang perempuan merasa nyaman. Sentuh jari dan telapak kakinya. Pijatan halus di kaki mereka juga akan membuatnya nyaman..

SEX HOT Nikmatnya Anak SMA

0

Cerita dewasa 17tahun ini berhubungan dengan seks gadis muda. dan cerita ini dimulai saat saya tercatat sebagai siswa baru pada SMUN 2 pada waktu itu sebagai siswa baru, yah.. acara sekolahan biasa saja masuk pagi pulang sekitar jam 14:00 sampai pada akhirnya saya dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolah saya yaitu di SMPN 3.


Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu, saya lihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis banget dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus.

(sekedar info tinggi saya 165 cm dan umur waktu itu 16 tahun), saya berkata siapa namamu?, dia jawab L—- (edited), setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing, besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama saya membuat saya deg-degan tetapi namanya lelaki yah…, jalan terus dong.

Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 saya telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu L—-muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.

Saya tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.

“Oohh jawab saya,” saya tanya lagi “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang, penis saya selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke rumahnya setelah tiba saya lihat rumahnya masih sepi mobil papanya belum datang.

Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk!., Papa saya kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikutinya dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.

“oohh…”, jawab saya.
Saya tanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa…”

“saya…” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih…”, tanya saya. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar saya…”.

Dia bilang “Iya…”.
Lalu saya bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat saya…”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil saya remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.

Saya langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…”, dia cuma mengangguk.

Payudaranya saya remas dengan kedua tanganku sambil bibir saya jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung saya lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kamipun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penis saya langsung saya rasakan menegang dengan kerasnya.

Saya mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana saya, dia cuma menurut saja, lalu saya suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, saya langsung mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat sayang”, kata saya.

“Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh…, aahh”.

Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama saya main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya).

Saya jilat kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi saya tidak ambil pusing tetap saya gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.

Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah saya. Sambil saya memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis, “Ahh…, aahh…”, kemudian saya tarik payudaranya dekat ke wajah saya sambil saya gigit pelan-pelan.

Diapun memeluk kepala saya tapi tangannya saya tepiskan. Sekelebat mata saya menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup saya pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang bikin hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.

Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju saya. Saya pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tangan saya tapi tetap dalam keadaan berdiri saya jilati kembali payudaranya. Setelah puas mulut saya pun turun ke perutnya dan tangan saya pelan-pelan saya turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali mengisap puting payudaranya.

Tangan sayapun menggosok-gosok selangkangannya langsung saya angkat pelan-pelan rok yang dia kenakan terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih saya remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru, dia pun makin keras mendesis, “aahh…, aakkhh… ohh…, nikmat sekali…”, dengan pelan-pelan saya turunkan cdnya sambil saya tunggu reaksinya tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan).

Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Sayapun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.

Setelah puas sayapun menyuruhnya duduk di lantai sambil saya membuka kancing celanaku dan saya turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, saya tuntun tangannya untuk mengelus penis saya yang sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku.

Diapun mengelusnya terus mulai memegang penis saya. Saya turunkan CD-ku maka penis saya langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat penis saya yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) saya menyuruhnya untuk melepas kaos yang dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yang saya suruh lakukan.

Dengan terburu-buru saya pun melepas semua baju saya dan celana saya kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan saya dikursi, saya tuntun penis saya ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Saya suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.

Setengah memaksa, saya tarik kepalanya akhirnya penisku masuk juga kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati penis saya, langsung saya teriak pelan, “Aakkhh…, aakkhh…”, sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penis saya di dalam mulutnya.

“aakk…, akk…, nikmat sayyaangg…”. Setelah agak lama akhirnya saya suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia depanku sambil berdiri. Sayapun tak mau ketinggalan saya langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya.

Saya langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan saya meremas-remas kedua payudaranya yang putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh…, aahh…, aahh…, aahh”, sewaktu tangan kananku saya turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

Setelah agak lama baru saya sadar bahwa jari saya telah basah. Saya pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan saya siapkan penis saya.

Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya dari belakang. Saya sodok pelan-pelan tapi tidak maumasuk-masuk saya sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh…, ssaayaa..,. ssaayaangg…, kaammuu…”, sayapun terus menyodok dari belakang.

Mungkin karena kering penis saya nggak mau masuk-masuk juga saya angkat penis saya lalu saya ludahi tangan saya banyak-banyak dan saya oleskan pada kepala penissaya dan batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu.

Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan saya cari dulu lubangnya begitu saya sentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, “Ahh…, aahh…”, saya tuntun penis saya menuju lubang senggamanya itu tapi saya rasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi saya sudah tidak peduli lagi.

Dengan satu hentakan yang keras saya sodok kuat-kuat lalu saya rasa penis saya seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…”. Saya rasakan penis saya sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan saya terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya.

Saya lalu bertahan dalam posisi saya dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. sayang… cuman sebentar kok…”

Saya memegang kembali payudaranya dari belakang sambil saya remas-remas secara perlahan dan mulut saya menjilati belakangnya lalu lehernya telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulut saya agak lama.

Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman saya dibadan dan remasan tangan saya di payudaranya, “Ahh…, aahh…, ahh…, kamu sayang sama lakukan?” dia berkata sambil melihat kepada saya dengan wajah yang penuh pengharapan.

Saya cuma menganggukkan kepala padahal saya lagi sedang menikmati penis saya di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seakan-akan saya lagi berada di suatu tempat yang dinamakan surga. “Enak sayang?”, kataku.

Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh…, aahh…” lalu saya mulai bekerja, saya tarik pelan-pelan penis saya lalu saya majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis, “Aahh…, ahh…, ahhkkhh…”

Akhirnya ketika saya rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi saya pun mengeluar-masukkan penis saya dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yang saya perbuat pada dirinya sambil terus-meremas payudaranya yang besar itu. Dia teriak “Sayaa mauu keeluuarr…”.

Sayapun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…”, saya langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai saya rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi saya benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara.

“Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi saya tahan dengan tangan saya.

Saya pegangi pinggulnya dengan kedua tangan saya sambil saya kocok penis saya lebih cepat lagi, “Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan saya di pinggulnya saya lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

Dari penis saya menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott…, croott.., ccrroott…, akkhh…, akkhh…”, saya melihat air mani saya membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks sayangkuu…”, sambil berjongkok saya cium pipinya sambil saya suruh jilat lagi penisku.

Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu saya bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

Setelah kami berdua selesai saya mengecup bibirnya sambil berkata, “Saya pulang dulu yah sampai besok sayang…!”.

Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Saya lihat jam saya sudah menunjukkan jam 23.35, saya pulang dengan sejuta kenikmatan.

genji takiya

0

genji takiya

Cerita dimulai dengan Takiya Genji (Oguri Shun), anak seorang bos Yakuza, memasuki Suzuran All-Boys High School sebagai senior ditransfer dengan tujuan menaklukkan itu. Selama kuliah orientasi mahasiswa baru, Yakuza tiba di sekolah mencari Tamao Serizawa untuk membalas cedera. Untuk menunjukkan kemampuannya, Genji perkelahian dan mengalahkan Yakuza, yang kesalahan dia untuk Tamao. Salah satu Yakuza, Ken Katagiri terkesan dengan keterampilan Genji. Sementara itu, Tamao menyapa sahabatnya Tokio, yang dibuang dari rumah sakit, mengklaim
bahwa ia dalam keadaan sehat. Tamao diam-diam menolak klaim Tokio dan mengambil sepedanya untuk memastikan ia tidak akan dirugikan, sedikit terhina karena Tokio akan berbohong kepadanya. Drive Tamao kembali ke sekolah untuk menyaksikan Genji brutal menghabisi terakhir dari preman yakuza. Sebentar dua mengambil dalam ancaman menjulang kehadiran masing-masing sebelum Tamao ditangkap karena tidak memiliki SIM untuk sepeda.
Setelah intro, Genji bertemu Ruka di sebuah klub malam, di mana ia bernyanyi sebagai penyanyi R & B. Genji menyatakan ambisinya untuk menaklukkan Suzuran kepada ayahnya, yang gagal dalam tugas. Mereka setuju bahwa jika Genji mengalahkan Suzuran, ia dapat mewarisi ayahnya keluarga Yakuza. Keesokan harinya, Genji bertemu Serizawa dan Tokio, yang merupakan teman masa kecil Genji. Tokio berhasil menghentikan perkelahian potensial di antara dua dan memberitahu Genji untuk mencatat Rindaman sebelum mendekati Serizawa. Rindaman, yang berukuran raksasa dan tokoh legendaris di sekolah, mengabaikan Genji, yang sebaliknya menemukan Ken Katagiri. Ken serangan Genji untuk mendapatkan geng ditangkap tapi Genji membawanya ke dalam satu pukulan. menyerahkan Ken dan mengambil Genji ke sebuah bar yang tenang untuk ngobrol tentang Suzuran.
Ken Genji mengatakan bahwa ia berada di Suzuran juga, dan datang dekat dengan penguasa itu, tapi gagal dan akhirnya menjadi putus sebuah. Ia mengusulkan mengajar Genji tentang kepemimpinan dan mempengaruhi orang lain untuk bergabung dengan tentaranya, dalam rangka untuk memperbaiki kekurangan Genji strategi dalam ambisinya. Genji berikut saran Ken bahwa dia menulis dalam buku catatan kecil dan berhasil dengan mudah menaklukkan kelas Chuta Tamura’s, mengakui dia ke pasukannya. Brothers Mikami Kelas B bergabung dengan tentara Serizawa, yang kemudian pendekatan pemimpin Kelas C, TAKASI Makise, yang menjaga posisi netral, mengklaim bahwa bahkan Serizawa mengalahkan dia dalam berkelahi, orang-orangnya tidak akan mengikuti pemimpin musuh.
Genji memutuskan untuk memperoleh Makise dengan memanfaatkan kelemahan untuk seks. Ken mengatur tanggal kelompok, namun karena kecanggungan jelas Makise di sekitar perempuan, tanggal jepit sedih. Makise bergabung Genji tetap, hanya berdasarkan persahabatan terbentuk pada hari itu. Sementara itu, sebuah geng yang dikenal sebagai Trio Freshmen, telah berhasil mengendalikan tingkat kelas mereka. Mereka segera diprovokasi oleh Izaki, senior terkenal dan menghitung. Izaki mengusulkan bergabung Genji, namun penyergapan dia bukan, untuk menguji kekuatannya. Genji perkelahian gagah berani, dan Izaki terkesan, meskipun secara menyeluruh mengalahkan Genji. Dia bergabung dengan pasukan Genji, Genji Perfect membentuk Seiha Angkatan Darat.
Serizawa adalah khawatir dengan kenaikan yang cepat dari Genji, tetapi memilih untuk tidak mengambil tindakan. Seorang anggota pasukannya, Tokaji mengambil tindakan rahasia melawan ancaman yang dirasakan oleh ambushing Izaki dan menggantung dia dari tali, berdarah. Hal ini menimbulkan Genji, tidak terpakai untuk merawat sesama manusia dan menyatakan bahwa, “Ini benar-benar sakit.” Makise berhenti padanya dari membuat serangan ruam pada Serizawa, pasukan mereka masih terlalu kecil untuk terus melawan utama. Kemudian, Serizawa dan Tokio Genji bertemu di pub, tapi Tokio menderita kejang dan dilarikan ke rumah sakit, di mana dia mengetahui bahwa dia memiliki aneurisma otak besar, dan bahwa operasi diperlukan memiliki tingkat keberhasilan 30%. Tokio memilih untuk melanjutkan operasi, yakin akan kelangsungan hidupnya.
Marah oleh provokasi, Genji serangan kelas Serizawa bahkan sebagai Makise mencoba untuk menghentikannya. Chuta juga disergap oleh Tokaji, dan sebagai Genji mencoba untuk meninggalkan untuk menyerang Serizawa, Makise akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Angkatan Darat GPS, menyatakan bahwa ia tidak bisa mengikuti pemimpin tanpa kontrol. Ken mencoba untuk mendorong Genji, dan belajar bahwa ayah Genji adalah Hideo Takiya, mantan rekan Ken.
Tokaji diam-diam mencoba untuk mengatur kesepakatan dengan Hideto Bandou, tahun kedua dan pemimpin sebuah geng bikers, The Front Persenjataan, untuk menculik Ruka untuk lebih memprovokasi Genji dan membuang dia pergi fokus. Sementara itu, Genji tantangan Makise untuk melawan, dengan kondisi bahwa jika Genji menang, Makise bergabung dengan dia lagi. Makise mengampuni Genji dengan akrab mereka, “Ambil semua,” isyarat kedua bersama pada malam hari mereka menjadi teman. Genji menahan air mata syukur dan main-main flips off Makise, obligasi tersebut disegel lagi. bos Ken, Joji Yazaki meminta Ken untuk membunuh Genji, mengabaikan fakta bahwa pembunuhan pewaris untuk sebuah keluarga Yakuza akan memerlukan perang habis-habisan. Izaki kembali dari rumah sakit dan diberi kembali sambutan canggung namun hangat oleh Tentara GPS.
Ruka diculik oleh pria memakai jaket Front Persenjataan. Ken pendekatan Hideo Takiya, memberitahukan rencana Yazaki untuk membunuh dia. Ken memutuskan bahwa ia tidak akan melakukan seperti dia bertanya, dan menderita hukuman Yakuza untuk ketidaktaatan – kematian. Ruka panggilan Genji, mengatakan kepadanya bahwa dia diculik dan penculiknya mengenakan jaket dengan tengkorak di punggung. Menyadari bahwa mereka adalah Front Persenjataan, GPS Tentara mengumpulkan dan membuat kemajuan mereka ke Gudang Narai, Markas Front.
A terjadi kemudian melawan, dan Bandou terkesan oleh kekuatan Genji ‘. Dia menyebut mengakhiri berjuang untuk bertanya mengapa Genji telah memilih untuk menentang Front dari Persenjataan. Setelah menyatakan Genji bahwa Ruka diculik oleh orang-orang memakai jaket bantalan tengkorak Bandou menyatakan bahwa ia telah disegel tengkorak dan bahwa tidak ada anak buahnya menanggung tengkorak di punggung mereka. Dia kemudian menceritakan Genji yang Tokaji mungkin berada di balik seluruh lelucon dan memberitahukan kepadanya di mana ia bisa menemukannya. Mencari Ruka ada, Ayman akhirnya bengkok untuk perang melawan Serizawa. Serizawa, yang tidak menyadari tindakan Tokaji’s, perkelahian dia dan setuju untuk usulan Genji ‘untuk pertempuran habis-habisan di halaman sekolah. Mereka memutuskan untuk melawan jam 5 sore, pada saat yang sama ketika Tokio akan memasuki operasi, gagasan bahwa Serizawa akan berjuang bersama Tokio. Ini berbagi dua tatapan dingin ke bawah dan pergi. Keesokan harinya, kedua pasukan bertemu di hujan basah tanah sekolah, pasukan Serizawa ‘memiliki 100 kuat, GPS, 70. Dua tentara berteriak pertempuran mereka menangis dan mengisi satu sama lain.
Sebagai pertempuran memasuki ayunan penuh, Trio Freshmen komentar pada keseimbangan pertempuran itu. Pertempuran akan beralih mendukung Serizawa, meskipun tentara GPS perkelahian kuat. Front dari Persenjataan bergabung di tengah-tengah pertempuran di sisi GPS ‘, malam kemungkinan. Menjelang akhir, hanya Serizawa dan Genji tetap berdiri, dan melawan. Sementara itu, bos Ken membawanya ke dermaga yang akan dieksekusi karena ketidaktaatannya. Dia memberikan Ken mantelnya, menyatakan bahwa Ken selalu ingin memakainya (bercita-cita untuk menjadi pemimpin Yakuza). Dia kemudian tunas Ken, yang berteriak kepada Genji sebelum tenggelam.
Pertempuran menyeret ke dalam malam sebagai Genji dan Serizawa terus menggedor satu sama lain, baik rusak berat dan kelelahan. Genji keuntungan di atas angin dan menang melawan Serizawa, yang menerima panggilan memberitahukan bahwa operasi Tokio adalah sebuah keberhasilan. Ken bangun di laut tiba-tiba dan berenang ke permukaan, menyadari bahwa dia mengenakan mantel itu antipeluru. Setelah dikalahkan Serizawa, Genji akhirnya bertemu Rindaman, menyatakan bahwa ia harus dikalahkan jika Genji harus berjudul raja Suzuran. Rindaman menjawab bahwa Suzuran tidak pernah bisa ditaklukkan, karena selalu ada seseorang yang tersisa untuk mengalahkan. Film berakhir sebagai serangan Genji Rindaman.

 

Seru kan ceritnya, penasaran nonton Film Crows Zero? atau pengen tau tokoh filmnya siaa aja? sialahkan cari info lain di blog kami…:)

 

 

Pelajar SMP dan P

0

Beberapa hari ini saya pulang malam. Padahal biasanya pulang T.A.N.G.O, sekitaran jam 4 lewat. Tapi sudah hampir 1 minggu pulang di atas jam 7 malam. Just info aja, ibuku (baca:atasanku) mau conference ke Birmingham, jadi sudah jdi tugasku nyiapin dokumen kelengkapan Visa UK, hotel, tiket, dan paling penting anggaran. Mulai menikmati dunia Sekretaris.

Malam kemarin suasana kampus FEUI udah lumayan lengang, dari keluar gedung pasca sampai halte Bikun (Baca: Bis Kuning) hanya beberapa orang yang terlihat seliweran, mungkin Mahasiswa Ekstensi/kelas malam.

Sambil duduk manis menunggu bis kampus lewat, aku terus berpikir mau nulis apa kira2 malam ini. Hampir 4 bulan, selalu menyalahkan keterbatasan sarana menuangkan pikiran. Selalu mengharapkan ada orang yang bisa merecharge setiap saat ketika batere imajinasi mulai soak. Padahal ada seseorang yang mengatakan demikian “jangan selalu mengharapkan seseorang yang selalu bisa memberimu semangat, padahal belum tentu dia selalu ada untukmu, buatlah visualisasi impian misalnya dengan menempel representative impianmu di kamar/menyelipkannya di dompet dan dibawa kemanapun kamu pergi agar tidak ada yang bisa mengambilnya dari kamu”.

Dari situ, dan ketika perjalanan menuju Kos, aku terus berpikir mau nulis apa malam ini. Sepanjang jalan ngeliat kesana kemari mencari ide.

100 meter sebelum ke kosanku, aku mampir di kantin langgananku, kadang sekedar beli jus. Saat itu aku berpikir sudah tidak akan mendapatkan ide. Namun Allah berkata lain.

Aku ngobrol-ngobrol santai sama temenku yang ngekos di tempat yang sama dengan kantin itu sambil tak berhenti melakukan aktifitas ‘mengunyah’.

Obrolan yang ringan awalnya. Temenku itu cerita soal anak SMP yang dia jumpai di angkot ketika pulang kerja. Menurut temenku sih masih SMP, kalau dilihat dari seragam dan Emblem identitas sekolah yang menempel.

“penampilannya sih biasa aja, tpi tentengannya EGO (Baca: E90, salah satu varian HP Nokia), gw aja yang udah kerja gak segitunya, lha ini anak SMP, yang bikin gw nyesek lgi, hbs smsan tu anak ngeluarin IPhone, tapi pas gw liat penampilannya biasa aja, tas ranselnya biasa, sepatu cuma Warior. Gw jadi curiga?!”

Itu sepenggal cerita temenku, dari situlah perbincangan jadi kemana-mana. Dari analisa temenku, style anak itu ‘nanggung’. Dibilang borju koq yaa naik angkot, biasanya sih anak-anak yang tergolong tajir mampus itu seharusnya pulang pergi sekolah dianter ortu/sopir, trus penampilan juga TOTAL, dari ujung kaki sampai ujung rambut gak mau produk cibaduyut/bandung. Temenku jadi curiga, dan menkaitkan hal ini dengan artikel yang pernah dia baca di Kompas. Dipicu selentingan dari aku yang menjudge ‘anak gedongan’ biasanya pake kawat gigi alias behel yang sekarang ini seperti sudah menjadi trend, tidak karena alasan kesehatan semata.

Dalam artikel yang dibaca temenku, ada fenomena geng ABG, biasanya remaja putri SMP/SMA di kota-kota besar yang mohon maaf ‘menjajakan’ diri ke ‘Om-om Senang’. Di salah satu stasiun tivi swasta juga pernah dibahas. Kebanyakan motifnya sama, keterbatasan financial dan lifestyle. Sederhana saja, pengen punya HP yang lebih dari temennya, tapi uang saku tipis. Saking kreatifnya imajinasi anak remaja, ya jadi kebablasan.

Dalam kelompok tersebut biasanya ada yang jadi makelar/germo. Sasarannya teman dekat/tetangga rumah. Temenku lupa dimana tepatnya daerah itu, tapi yang pasti di artikel tersebut disebutkan, bahwasanya ada 4 orang siswi SMP, satu sekolah, satu daerah tempat tinggal, satu ‘profesi’. Kasus ini akhirnya terungkap karena orang tua mencurigai keempat anak tersebut yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu tapi kok ya pada pake kawat gigi. Padahal menggunakan aksesoris gigi ini kan dari konsultasi dokternya saja sudah ratusan ribu. Pada awalnya masing-masing anak mengaku dibayarin temannya yang luamayan berada, tapi moso sih segitunya??

Selidik punya selidik ternyata keempat siswi tersebut kompak mengakui identitas diri:

“Saya, MN, umur 14 tahun, Pelajar SMP dan P***”

Hufth….dengernya miris banget!

Aku jadi bertanya sendiri “gue jaman SMP SMA kemana aja yak, guenya yang gak gaul kali yak, perasaan umur segitu gue masih main kasti, petak umpet, layangan, urek-urek (baca: nyari belut di sawah), mincing, masak-masakan, bukannya main sama biiiip*** he3″

Akupun jadi ingat, cerita temenku. Lagi-lagi di angkot. Jadi mikir, banyak banget ya kisah bermula dari angkot, sarana transportasi umum itu kaya tempat curcol (baca: curhat colongan) hehehe…

Tepatnya di Serang, temenku dibuat menangis selepas turun dari angkot. Bukan karena kecopetan trus dimarahin abang sopirnya gara-gak bayar. Melainkan miris ngedenger anak SMP cerita soal pergaulan mereka dengan lawan jenis.

Temenku sampai heran. Umur masih belasan, seragam masih putih biru, tapi dengan leluasanya cerita apa saja yang sudah diperbuat selama menjalani in a relationship. Menurut penuturan temenku, di angkot itu Cuma ada beberapa penumpang, tapi boo…di angkot gitu loh, ngomong kaya pake toa, mending mah ngomongin prestasi, ini mah hubungan intim. Temenku sampai ngelus dada.

OK, mungkin angkot itu transportasi umum, jadi hak setiap orang untuk ngomongin apapun?!

Karena mereka masih SMP, jadi harap dimaklumi?! Ok, toh mereka juga Cuma cerita gimana mereka ML (baca: Making Love) atau bercumbu dengan si wanitanya topless. What the hell?!

Dan you know what?! Mereka cerita in detail, well sex education maybe….

Dan yang lebih mengherankannya lagi, ketika temenku negur “dek, apa gak malu cerita gituan di angkot?”

Coba tebak apa jawaban yang keluar dari mereka???

“Biasa aja kali mbak, orang kita aja nyantai…”

DAMN!!!!

Yang udah merit aja tabu menceritakan hubungan suami istri, lha ini?!

Hadooh jadi pengen nyanyi lagunya ARMADA:

“mau dibawa kemana nasib anak cucu kita….

Jika mereka terus bersenggama, bersama pacar atau Om-omnya….”

main sama bibi janda berjilbab

0

Kisah Nyata Main Sama Bibi Kisahku ini adalah kisah nyata, namun nama-nama dan tempatnya sengaja aku ganti … udah nggak sabar pingin “main” sama kmu di sini.. “kutunggu kdatanganmu. Ngentot Bibi kisah nyata Sek Smp Bersetubuh Dengan Sedarah Aku ngewek. Cerita ngentot sama bibi Pengalaman ngentot ama janda; Cerita ngentot bibi; kisah nyata sek smp; Main burit mak, Brothersgaysex, Cerita sex ngentot sama bibi, Cerita bapak Cerita ngentot sama bibi Kami menghabiskan setiap menit dari setiap hari dengan satu sama lain ketika pernah bibi dan. Pengalaman ngentot ama janda; Cerita ngentot bibi; kisah nyata Bibi dan mamah cerita Pengalaman ngentot ama janda; Cerita ngentot bibi; kisah nyata. Sex Ibu Mertua Sama Menantu. indonesia cerita panas dan. … Isep memek mamah tiri ku,bibi,nenek sexy; Download cerita berahi main dengan jiran tetangga from satu cerita  Kisah Nyata Bersetubuh Dengan Bibi Bu kakak kandung cerita dengan cikgu bibi ibu main ama anak tiri cerita kisah seru panas dewasa 17tahun abg smu belajar ml ngentot sama pacar Kisah nyata ngesek Kisah nyata ngesek Baju fesyen raya, Kisah main kontol, Kisah nyata ngesek sama janda setengah baya Cewek Bugil Kamar Telanjang Cerita seru terbaru: Kisah benar itu main gila dengan seorang pelacur dari laki, walaupun hidungnya agak pesek. … cerita kampung pagut; kisah mertua sama menantu Cerita ngewe bibi dari kampung … Cerita ini adalah dramatisasi dari kisah nyata, dan birahi bibi Kisah Nyata Ciuman Nikmat Istri kisah sex sama bibi. Saya akan menceritakan beberapa kisah nyata dan saya jamin Anda akan …

Mendengar kata janda rasanya serr,,, ada terdengar nafsu birahi yang berbicara, itulah kesan sebagian orang mesum di negri ini wkwkwkwk, termasuk saya, tapi sebenarnya tidak semua janda demikian, karena janda hanya status, sifat dan kepribadian tetnu berbeda dengan status itu sendiri, janda ya janda , janda binal ya janda binal. tergantung kita menilainya.

Berikut ini sebenarnya cerita dewasa antara aku dengan teman sekantorku yang kebetulan janda, janda beranak satu ini kebetulan juga menggunakan jilbab, tapi siapa sangka akhirnya casing menjadi casing badan bukan benteng hati, berikut cerita crot janda berjilbab berikut ini.

ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi sekitar 3 tahun yang lalu,
Neng…, seperti itulah biasa aku memanggilnya, dia adalah teman sekantorku, seorang janda beranak 1 dan umurnya kira2 6-7 tahun lebih tua dariku. Wajahnya biasa saja, tubuhnya mungil dengan ukuran buah dada sedang. Apabila bekerja dia selalu menggunakan kerudung (jilbab), inilah awal ketertarikanku padanya. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang aku berfantasi dapat merasakan kehangatan tubuh seorang wanita berjilbab.

Sebagai seorang janda neng nampaknya sangat haus akan belaian seorang pria, dan tampaknya dia tertarik padaku. Hal ini kuketahui dari pandangannya padaku dan cara dia memperlakukanku. Terkadang ia memandangiku dan berusaha memegang tanganku bila sedang ngobrol berdua dengannya. Sebagai seorang lelaki normal aku senang sekali dengan perlakuan seperti itu, makin hari dia makin dekat denganku, makan siang berdua, pegang2 tangan, bahkan setal beberapa lama ia tak segan2 lagi untuk mencium pipiku…bahkan bibirku.

Suatu hari neng tidak masuk kerja karena sakit, dan karena urusan pekerjaan aku terpaksa harus menemuinya, hari itu aku menghubunginya untuk menyanyakan keadaannya dan bertanya apakah aku dapat bertemu dia karena ada beberapa laporan yang butuh tanda-tangannya. Singkat cerita aku meluncur menuju rumahnya, dalam perjalanan aku membayangkan kira2 apa ya yang akan terjadi nanti?

Aku mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, kemudian pintu rumah terbuka dan muncul anak laki2 mengenakan seragam smp, ternyata ia anak neng.
“eh…om wrony, masuk om…”, sapanya sambil mempersilahkan aku masuk.
“mama ada de?…, tadi om sudah telepon dan janji ketemu mama…” tanyaku.
“ada, mama sedang di kamar, sebentar ya ade panggilkan…” jawabnya, kemudian ade melangkah menuju kamar neng dan berteriak “maa….,
ada tamu tuh dari kantor…om wrony…”

Pintu kamar terbuka dan muncullah sosok neng, wajahnya tampak berbeda dari yang sebelumnya kulihat, raut wajahnya sayu, dan perbedaanya adalah karena ia kini tidak mengenakan jilbab. Rambutnya pendek sehingga dengan jelas menampakkan lehernya yang jenjang. Saat itu Neng mengenakan kimono pink bermotif bunga.

“Ma, aku berangkat sekolah dulu ya…” ujar ade sambil mencium tangan Neng
“Ya…, hati2 di jalan ya de…, salam dulu tuh ke om wrony” ujar neng.
Ade lalu menghampiriku dan berpamitan sambil mencium tanganku, “Ade pergi dulu ya om…”
“Ya…”, ujarku singkat.
Lalu ia berlalu meninggalkan kami berdua, otakku mulai ngeres…wah kebetulan nih ade pergi sekolah, jadi aku bisa bermesraan dengan mamanya…,
namun aku berusaha menahan diri dan berkata “Gimana neng, udah enakan? maaf ya aku mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk hari ini”
“Ya..lumayan deh, tapi masih sedikit pusing, mana berkasnya biar aku tandatangani”, jawab neng sambil berjalan kearahku.

Kami duduk berhadapan, kemudian ia mengambil berkas yang aku sodorkan lalu mulai menandatanganinya. Karena posisi Neng agak menunduk, maka
dengan jelas aku dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yang longgar, dan ternyata neng tidak memakai bra sehingga puting buah dadanya
tampak menonjol. Aku menatapnya tanpa berkedip, ukurannya memang tidak besar tapi bentuknya terlihat masih kencang dan terasa sangat menantang untuk dijelajahi…

Gambar“Hey…, kamu lagi liatin apa?”, ujar neng mengagetkan aku.
“nggak kok, aku sedang memperhatikan tanda tanganmu…” kilahku
“Tanda tangan atau payudaraku?” kata neng kemudian sambil tersenyum.
“hehehe…, itu…, belahan payudaramu kelihatan sedikit…, sayang kalau aku melewatkannya…”, candaku.
“ah kamu…, nih sudah selesai…”, ujar neng sambil menyodorkan kembali berkas2 padaku.
“ya udah aku langsung ke kantor lagi ya…” kataku sambil memasukan berkas2 tadi kedalam tas.
“Nanti dulu dong, kamu kan baru saja datang…, lagian aku mau minta tolong sedikit nih”…jawab neng sambil bergerak mendekatiku dan memegang tanganku.
“Tolong pijitin aku ya wron, badanku pegal2…sakit smua.., yaa…sebentar aja..” pinta neng sambil menarik tanganku dan bergerak menuju kamarnya.

Bagai kerbau dicocok hidung aku menuruti saja kemauannya, sesampai di kamar dia menarik pinggangku sehingga posisi kami saling berhadap-hadapan
dengan jarak yang sangat dekat, wajahnya berada sangat dekat dengan wajahku lalu kemudian bibirnya tiba2 mencium bibirku, tangannya memegang bagian belakang kepalaku dan menariknya seakan menyuruhku untuk terus mengulum bibirnya. lidahnya bermain-main di mulutku membuat nafsuku perlahan bangkit.

Kemudian aku menarik bibirku dan melepas ciumanku, lalu aku berkata “katanya mau pijit…kok malah ngajak cipokan?”
“hehehe…abis aku kangen wron, lagian kita kan jarang2 berduaan gini…” ujarnya, kemudian dia menarik tali pengikat kimononya lalu melepas kimononya
membiarkannya terjatuh dilantai, tersembullah kedua buah dada yang tadi kuintip dari luar, dan ia ternyata tidak menggunakan bra, tetapi masih menggunakan cd-nya…, bentuk tubuhnya sangat ideal, perut yang langsing, buah dada dan pantat yang masih kencang.

“kamu tadi ngintip ini kan?…” katanya sambil menarik tanganku ke buah dadanya, lalu meremaskan tanganku di buah dadanya itu.
“ayo sekarang liat deh sepuasnya, ga usah ngintip…hihihi”
tangan kananku meremas-remas buah dada kanannya dan mulutku dengan sigap menghisap puting kirinya, mencium dan menjilatinya dengan rakus, sementara tangan kiriku mulai bergerak meremas2 bongkahan pantat neng.
“Sssshhh….aahhhh…”, neng sedikit merintih ketika aku menghisap puting susunya, lalu tangannya bergerak mencari-cari retsleting celanaku, membukanya, melepaskan ikat pinggangku lalu memelorotkan celana dalamku, otomatis burungku yang telah berdiri langsung menyembul.

Neng merubah posisinya menjadi berjongkok, kemudian ia mencium kemaluanku, menjilati dan menghisapnya…”..arrggghhh… .enak neng”, aku melenguh keenakan…
Sambil berjongkok Neng terus mengulum dan menghisap-hisap penisku, sambil tangannya meremas-remas pantatku, sebagai seorang janda nampaknya ia sangat merindukan kontol lelaki, sehingga saat menemukannya seolah ia tak mau berhenti menikmatinya…

Beberapa saat kubiarkan neng bermain-main dengan senjataku, bahkan aku sangat menikmati permainannya…, jilatan dan hisapannya membuat nafsuku makin tak terbendung. Aku angkat badannya dan merebahkannya di tempat tidur…, kini kami bergulat dengan posisi 69, neng berada dibawah terus mengulum dan menghisap penisku, sementara aku menjilati kemaluannya dari luar celana dalamnya yang sudah basah. kutarik cdnya dan neng mengangkat pantatnya keatas sehingga memudahkan aku untuk melepaskan cdnya…, kujilati klitoris neng dengan perlahan “ssssshhhh….aahhhh….” desahan neng semakin keras ketika kujilati labianya yang sudah amat basah dan berdenyut-denyut, pantatnya bergelinjang kian kemari. Denyutan di memeknya itu makin kuat seiring makin kerasnya desahan Neng, Tak lama kemudian,
“Aaaahhh….aaghh….oohhhh… wron…..” rupanya neng sudah mendapatkan orgasme pertamanya, kurasakan cairan keluar dari memek neng…kujilati terus dan terus sehingga tidak ada yang tersisa…

Aku segera berbalik dan memposisikan kontolku di lubang vagina Neng. Kugesek-gesekan perlahan kepala kontolku di bibir kemaluannya, Neng menggelinjang-gelinjang seolah tak sabar untuk merasakan burungku masuk ke lubang kenikmatannya. “…shhhh..ooohhh…ayo dong wron…tunggu apa lagi…”
Perlahan kumasukan kontolku ke vagina neng…, blessssshhh….karena sudah basah maka tanpa hambatan burungku menerobos liang senggama janda berjilbab ini, kutusuk-tusuk perlahan dan mulai gerakan memompa vagina neng. “aaahhhh…ohhhh…” Neng mulai merintih-rintih merasakan kenikmatan yang sekian lama tidak pernah dirasakannya, pantatnya bergoyang-goyang bergerak mengikuti irama permainan dan tusukan kontolku ke dalam memeknya. Beberapa saat kami bercinta dalam posisi missionari ini,
aku akui walaupun berpredikat sebagai seorang janda beranak satu, namun jepitan vagina neng masih terasa kuat mencengkram batang kemaluanku yang berukuran sedang, tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil seperti rata-rata ukuran kemaluan orang indonesia. bahkan vagina neng terasa dapat memijit mijit batang kemaluanku, sehingga kemaluanku serasa diperas oleh vaginanya.

Kemudian aku merubah posisi bercinta ini menjadi doggy style, kumasukkan kontolku ke vagina neng dari arah belakang sambil meremas-remas pantatnya. Dalam posisi ini aku merasakan kenikmatan yang lebih dahsyat, mungkin dikarenakan dalam posisi ini vagina neng lebih menjepit kontolku dibanding posisi missionary. Neng terus menggerakan pingulnya kedepan dan kebelakang, buah dadanya bergantung dan sesekali aku meremas dengan tanganku. “…oouugghhh….shhhh…t erus wron…aku sudah mau keluar….”
desahan dan rintihan neng semakin menjadi membuat aku semakin bernafsu dan mempercepat irama kocokanku…”plok…plok…plo k…” suara selangkanganku yang beradu dengan pantatnya seiring gerakan pompaanku…

“….aaaahhh…enak neng, memekmu luar biasa….” aku mulai meracau merasakan sesuatu yang menjalar seolah akan meledak di ujung kepala kemaluanku, “….ssshhh…arrrghh..”
Kemudian kurubah lagi posisiku, kubalikan lagi badan neng, ku angkat kakinya sehingga menyentuh dadanya, dalam posisi ini vagina neng terlihat lebih jelas, buah dadanya dan ekspresi wajahnyapun dapat kulihat dengan jelas, kumasukan lagi kontolku sambil memegang dan menekan kedua kakinya ke bahunya, tanganku meremas-remas kedua buah dadanya yang semakin keras, bibirku mengulum bibirnya dan menyedot-nyedot lidahnya…, tusukanku semakin kupercepat dan rasanya ujung kepala kontolku telah mentok di rahimnya,
Desahan neng semakin menjadi merasakan kenikmatan yang luar biasa “….shhhhh…aaahhhh….a yo wron aku sedikit lagi keluar…”, neng menggoyang pantat dan pinggulnya berlawanan dengan gerakan tusukan kontolku di memeknya…”aaaahhh…aahhh… “…, beberapa saat kemudian aku merasa tak kuat lagi menahan lahar yang akan kusemburkan kedalam
vagina neng, seluruh tubuhku bergetar ketika merasakan sensasinya… “…oooohhhh…aku keluar neng…aahhhhh…”…, kutancapkan dalam-dalam kontolku di lubang senggama neng,
neng pun merintih merasakan tumpahan lahar panasku jauh didalam liang vaginanya…” ….arrrghhhh…nikmat sekali wroooonn….”…, akupun memeluknya erat-erat dan tak merubah posisiku beberapa saat….”aaahhh…” burungku berkedutan melepas sisa-sisa mani dari kontolku…, setelah beberapa saat akupun melepaskan pelukanku dan berbaring disisinya…

“Makasih ya…”, bisik neng perlahan, kemudian ia memelukku dari samping dan kepalanya bersandar di dadaku…, kamipun terdiam sesaat…seolah terhanyut oleh lamunan kami masing2…
Jujur saat itu aku termenung sekaligus gembira…karena akhirnya aku berhasil meniduri sang janda berjilbab…hehehe.

Aku jadi ingat video smu bispak yang juga menggunakan jilbab, ternyata jilbab bukan kepribadian nya dia menggunakannya justru karena sekolah, kesehariannya tentu tidak, inilah yang aku sesalkan, sebuah simbol agama menjadi masalah. seharunya tidak, pintar pintar kitalah menyikapi seks janda berjilbab, status janda atau jilbab apalagi janda berjilbab.